Mental Illness

MENTAL ILLNESS

Hai hai haiiiii

Bab ini memang khusus buat ngebahas sisi gelap Babang Cliff a.k.a Mors.

Eits! Tunggu duluuu, jangan di skip yaaa.

Why?

Karena bab ini aku bikin agar bisa jadi bahan pembelajaran bagi kita semua, mengingat banyaknya para pembacaku yang tentu saja belum bisa membedakan apa sih perbedaan dari “Kepribadian Ganda, Alter Ego, Bipolar, dan Skizofrenia”?

Jujur saja, pasti banyak di antara teman-teman semua yang masih menganggap keempat mental illness di atas adalah SAMA. Tapi, masalahnya … keempatnya itu BERBEDA!

Yuks, belajar bersama biar sama-sama paham dan mengerti.

 

Note: Semua yang aku tulis di sini adalah hasil dari risetku yaaa. Aku menulis ulang kembali dengan kata-kataku agar mudah dimengerti saja.

 

Bicara mengenai Mental Illness di Indonesia, masih banyak dari kita yang belum tahu apa saja jenis dari mental illness itu sendiri. Buat teman-teman yang belum tahu, atau yang mau menambah pengetahuannya, silakan baca hasil risetku di bawah ini yaaa…

Hanya saja, aku di sini baru membahas tentang “Alter Ego, Kepribadian Ganda, Skizofrenia, dan Bipolar” saja. Untuk jenis yang lain, mungkin akan ada lain waktu. Atau … mungkin suatu saat nanti aku akan mengangkat cerita yang berhubungan mental illness yang lain dari biasanya. Mari kita lihat saja ke depannya, yaa. Hehehehe.

Pertama-tama, kita harus tahu, apa sih mental illness itu?

Mental illness adalah kumpulan penyakit kejiwaan yang memengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang. Gangguan ini membuat si penderita sulit untuk mengetahui perilaku yang dianggap normal dan tidak.

Mental Illness juga banyak menimpa remaja loh! Sebagian besar muncul pada usia remaja atau awal 20an.

Penyebab terjadinya Mental Illnes bisa karena stress, depresi akibat tekanan mental, ataupun traumatik akan kehilangan seseorang atau sesuatu. Tekanan batin karena lingkungan sekitar atau orangtua, kurang perhatian atau kasih sayang, merupakan sedikit dari penyebab para remaja stress dan depresi sehingga mereka memutuskan untuk mengonsumsi obat-obat terlarang dan meminum alkohol.

Nah, oleh karena itu. Yuk, mari belajar tentang jenis-jenis Mental Illness.

1

A. ALTER EGO

Beberapa nama pesohor yang memiliki Alter Ego: Justin Bieber (Shawty Mane), Lupita Nyong’O (Troublemaker), Lady Gaga (Jo Calderone), Beyonce Knowles (Sasha Fierce), Miley Cirus (Hannah Montana), JLO (Lola), Katy Perry (Katy Beth Perry), Mariah Carey (Bianca), dll

Alter ego ini adalah kondisi di mana seseorang membentuk karakter lain di dalam dirinya SECARA SADAR.

Dalam bahasa latin, alter ego artinya “AKU YANG LAIN”.

Alter ego adalah gambaran saat di mana seseorang memiliki 2 kepribadian, namun hal ini belum tentu dapat dikategorikan sebagai gangguan psikologis. Alter Ego pun TIDAK SAMA dengan Kepribadian Ganda yang tergolong Kelainan Indentitas Disosiatif.

Karakter lain ini biasanya digunakan untuk:

  • Membentuk gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia repesentasikan di kehidupan nyatanya
  • Membentuk sosok yang ia inginkan / idam-idamkan selama ini
  • Sebagai sarana untuk menyembunyikan jati diri mereka dari orang lain
  • Untuk menutupi kekurangan si pemilik identitas asli

Ciri-ciri utama Alter Ego:

  • Perubahan identitas pada Alter ego dilakukan SECARA SADAR dan masih dalam wewenang si identitas asli.
  • Tidak terjadi lupa ingatan pada proses perubahan karakter dari identitas asli ke alter ego
  • Identitas asli masih memiliki wewenang penuh dalam tukas menukar identitas
  • Di lain kasus, ketika Alter Ego terasa mulai lebih kuat dari identitas asli, maka biasanya si pemilik tubuh akan cukup sulit untuk mengendalikan Alter egonya.
  • Alter ego bisa berupa suara yang muncul untuk diajak diskusi
  • Alter ego bisa berupa kepribadian yang muncul di saat sedang dibutuhkan
  • Alter ego juga bisa berupa lawan bicara di saat kesepian
  • Orang yang memiliki Alter Ego memiliki emosi yang tidak stabil, mudah panik, dan terkadang perilakunya tampak berbeda.

Dampak negatif alter ego:

  • Jika alter ego lebih sempurna dari identitas asli, dapat menyebabkan kepercayaan diri berkurang
  • Jika alter ego lebih mendominasi, maka akan sulit untuk menjalani hidup normal
  • Alter ego yang tidak dapat dikendalikan bisa membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitar

Penyebab seseorang membuat Alter Ego:

  • Traumatik di masa lalu
  • Memiliki tujuan tertentu dalam hidupnya
  • Sering merasa kesepian
  • Sering dicuekin, membuat di pemilik alter ego membutuhkan teman bicara

Apa Alter Ego bisa disembuhkan?

  • Kemungkinan besar bisa, tergantung si pemilik alter ego tersebut.

Cara menyembuhkan Alter Ego:

  • Mengontrol identitas asli untuk menghancurkan identitas yang lain
  • Meleburkannya menjadi satu identitas

4

B. Kepribadian Ganda (DID = Dissociative Identity Disorder)

Beberapa nama para pesohor yang mengidap kepribadian ganda: Anastasia Wella, Melanie Goodwin, Truddi Chase, Billy Milligan, dll.

Kepribadian Ganda adalah seseorang yang memiliki kepribadian lebih dari satu di dalam tubuhnya.

Pada kebanyakan kasus, karakter yang dimiliki seorang DID biasanya LEBIH DARI DUA, dan karakter-karakter tersebut terpisah satu sama lain.

Ciri-ciri utama DID (Kepribadian Ganda):

  • Saat salah satu karakter muncul, maka karakter tersebut yang memegang kendali tubuh seutuhnya selama beberapa waktu.
  • Saat salah satu karakter muncul, maka terjadi perubahan secara TOTAL terhadap si pemilik tubuh.
  • Perubahan total tersebut berupa: aksen bicara, memori, usia, nama, bahkan jenis kelamin
  • Saat identitas kembali ke karakter utama/identitas utama, maka dia TIDAK AKAN INGAT/mengalami amnesia setiap kejadian yang terjadi saat si karakter lain mengambil alih tubuhnya.
  • Walaupun hanya memiliki 2 kepribadian saja, tetap masing-masing kepribadian tersebut memiliki fungsi secara terpisah yang akan mengendalikan tubuh secara total.

Apakah Kepribadian Ganda sama dengan Alter Ego?

Tentu berbeda.

Karena pada Alter Ego, kepribadian lain tersebut masih bisa dikendalikan secara sadar dan masih dalam wewenang si identitas utama.

Sementara Kepribadian Ganda, saat si kepribadian lain muncul, maka dia akan mengambil alih tubuh dan pikiran secara total. Dan, kepribadian yang ada di dalam Kepribadian Ganda ini masing-masing saling mendominasi satu dengan yang lain.

Penyebab DID:

  • Penganiayaan / penyiksaan
  • Pelecehan secara fisik atau emosional
  • Pola asuh orangtua yang membuat anak merasa takut
  • Peperangan
  • Bencana alam
  • Kepribadian ganda juga rentan terjadi pada orang yang keluarganya memiliki riwayat berkepribadian ganda

Kepribadian Ganda dapat menyebabkan si pemilik tubuh mengalami komplikasi berupa:

  • Keinginan untuk melukai diri sendiri
  • Depresi dan gangguan kecemasan
  • Gangguan stress pascatrauma
  • Kecanduan alkohol
  • Disfungsi seksual
  • Gangguan tidur, makan
  • Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif)

Apakah Kepribadian Ganda bisa disembuhkan?

  • Kepribadian Ganda tidak bisa disembuhkan secara total dan mudah. Tapi, bukan berarti tidak mungkin disembuhkan dan menjalani kehidupan normal. Oleh itu dibutuhkan kerja sama yang baik antara tenaga medis, si penderita, dan keluarga dalam menjalani terapi.

Cara pengobatan:

  • Dengan psikoterapi dalam jangka panjang untuk menyatukan kembali seluruh kepribadian yang terpecah
  • Dengan obat-obatan antidepresan, antipsikotik, atau obat penenang untuk mengatasi gejala gangguan mental yang dialami si penderita.

2

C. SKIZOFRENIA

Beberapa nama para pesohor yang mengidap Skizofrenia: Jim Gordon, Lionel Aldrige, Veronica Lake, Bettie Page, Peter Green, dll

Skizofrenia adalah penyakit kejiwaan kronis di mana seseorang mengalami halusinasi, delusi, dan menunjukkan perubahan sikap.

Pengidap Skizofrenia biasanya sulit membedakan antara kenyataan dengan halusinasi.

Biasanya orang selalu berpikir bahwa Kepribadian Ganda sama dengan Skizofrenia, tapi nyatanya kedua kondisi ini SANGAT BERBEDA.

Penderita Skizofrenia tidak memiliki banyak kepribadian seperti Kepribadian Ganda.

Gejala awal skizofrenia biasanya terjadi di masa remaja. Inilah yang biasanya disalahartikan oleh orang-orang sekitar. Padahal, berbeda sekali loh!

Gejala awal skizofrenia pada pria, biasanya di usia 15-30 tahun. Sementara wanita di usia 25-30 tahun.

Gejala awal Skizofrenia:

  • Cenderung mengasingkan diri dari orang lain
  • Mudah marah dan depresi
  • Perubahan pola tidur
  • Kurang konsentrasi dan motivasi
  • Kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah

Gejala Skizofrenia sendiri terdiri dari 4 gejala, yaitu:

a. Gejala positif:

  • Halusinasi
  • Delusi
  • Kacau dalam berpikir dan berbicara
  • Perilaku kacau/sulit diprediksi

b. Gejala negatif:

  • Hilangnya minat pada sesuatu hal yang sebelumnya diminati oleh orang tersebut
  • Respon emosional yang ganjil, seperti ekspresi dan wajah yang monoton
  • Tidak suka bersosialisasi dan lebih suka berdiam diri di rumah
  • Pola tidur berubah
  • Tidak nyaman berada di dekat orang lain
  • Tidak mau memulai percakapan
  • Tidak peduli pada penampilan dan kebersihan diri

c. Gejala kognitif:

  • Penurunan fungsi memori
  • Sulit berkonsentrasi
  • Berkurangnya kemampuan untuk mengatur serta berpikir abstrak
  • Kesulitan dalam menangkap dan memahami sinyal atau tanda-tanda dalam hubungan interpersonal

d. Gejala suasana hati (mood):

  • Terkadang merasa senang atau sedih dengan cara yang sulit dimengerti
  • Mudah murung dan tertekan

Cara mengobati Skizofrenia:

  1. Mengonsumsi obat dari dokter
  2. Terapi kognitif dan perubahan tingkah laku / terapi oleh dokter yang berpengalaman
  3. Terapi Elektrokonvulsif (ECT): dilakukan jika si penderita tidak merespon obat-obatan dari dokter
  4. Support dari keluarga dan lingkungan: hal ini merupakan faktor yang PALING DOMINAN dalam proses penyembuhan. Support dari keluarga dan lingkungan akan menciptakan fondasi kuat bagi si penderita untuk memulai dan melanjutkan proses penyembuhannya.

Cara mencegah kambuhnya Skizofrenia:

  1. Patuh pada pengobatan
  2. Terbuka dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dihadapi
  3. Mau meminta bantuan kepada orang lain
  4. Mempelajari kondisi yang anda alami
  5. Mempelajari teknik-teknik untuk mengatur stress dan relaksasi
  6. Menerapkan pola hidup sehat

PERHATIAN!

  • Setiap orang beresiko mengalami skizofrenia.
  • Skizofrenia adalah gangguan mental yang paling umum ditemukan secara global
  • Dari data WHO, lebih dari 21 juta orang di berbagai belahan dunia mengidap Skizofrenia
  • Dari Riset Kesehatan Dasar 2013, sekitar 1 dari 1000 orang di Indonesia terdiagnosis Skizofrenia

Skizofrenia bukan GILA!

Meskipun Skizofrenia dan gila sama-sama merupakan gangguan mental, tapi predikat “gila” sebagiknya tidak digunakan untuk pengidap Skizofrenia. Sebab, ungkapan itu akan membuat masyarakat takut dan memandang si pengidap sebagai orang aneh yang harus dijauhi.

Padahal, sikap masyarakat harusnya mendukung si pengidap agar mau berobat ke dokter. Tujuannya adalah agar penyakit ini dapat dikontrol dan dikendalikan supaya si pengidap bisa kembali hidup seperti biasa.

3

D. BIPOLAR

Beberapa nama pesohor yang mengidap Bipolar: Vincent Van Gogh, Kurt Cobain, Frank Sinatra, Demi Lovato, Bebe Rexha dll

Sebenarnya, apa sih bipolar itu?

Bipolar adalah gangguan/kondisi di mana seseorang mengalami perubahan emosi yang sangat drastis.

Seorang penderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi seperti:

  • Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih
  • Dari percaya diri menjadi pesimis
  • Dari semangat menjadi malas beraktivitas

Apa perbedaan BIPOLAR dengan SKIZOFRENIA?

Gangguan Bipolar memiliki beberapa gejala yang hampir mirip dengan SKIZOFRENIA. Namun yang membedakannya adalah:

  • Skizofrenia adalah gangguan POLA PIKIR, tapi Bipolar itu gangguan MOOD.
  • Skizofrenia tidak mengalami episode mania dan depresif
  • Skizofrenia hanya mengalami halusinasi dan delusi
  • Skizofrenia tidak mengalami fase normal
  • Gangguan pikiran pada Skizofrenia terjadi sepanjang waktu
  • Penderita Bipolar, di antara episode mania dan depresif masih ada jeda waktu ketika suasana hati mereka normal (fase normal).

Gejala yang timbul dalam fase mania:

  • Merasa terlalu senang, bahagia, dan semangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Banyak makan
  • Tidak mengantuk karena merasa sangat berenergi
  • Berbicara sangat cepat dan mengubah topik dari satu topik ke topik yang lain

Gejala yang timbul dalam fase depresif:

  • Merasa sangat sedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu panjang
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
  • Makan lebih sedikit
  • Merasa ngantuk dan malas
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri

Penyebab gangguan Bipolar:

  • Kondisi otak: terdapat gangguan pada sirkuit otak tertentu
  • Keturunan genetik: orang dengan gen tertentu memiliki kemungkinan untuk mengembangkan gangguan bipolar
  • Riwayat keluarga: Penelitian mengenai gen dan bipolar menunjukkan bahwa riwayat keluarga bisa menjadi salah satu faktornya
  • Pengaruh lingkungan sosial dan gaya hidup

Cara mengobati Bipolar:

  • Terapi obat
  • Psikoterapi
  • Konseling
  • Perawatan penyalahgunaan obat-obat tertentu
  • Perawatan rumah sakit untuk pengawasan berkala

Apakah Bipolar bisa disembuhkan?

  • Pengobatan yang dilakukan tidak dapat menyembuhkan kondisi bipolar secara keseluruhan.
  • Pengobatan bertujuan untuk menstabilkan perubahan mood saja.
  • Pengobatan dilakukan untuk menurunkan frekuensi fase mania dan depresif agar pengidap bisa hidup normal dan membaur dengan lingkungan

Jadiiiii, sudah mengerti ya perbedaan dari keempat mental illness di atas, kan.

Nah, sekarang pertanyaannya:

Siapakah MORS?

Mors adalah Alter Ego Cliff.

So, buat kalian yang jawab ALTER EGO, You’re right, Babe!

Semoga tidak ada kesalahpahaman lagi akan arti dari keempat mental illness tersebut yaa.

Semoga juga postingan ini berguna buat kita semua.

Buat teman-teman yang memiliki kerabat yang sekiranya memiliki mental illness seperti di atas, atau pun yang lainnya (karena mental illness ini banyak macamnya), yuks mari bantu mereka. Jangan jauhi, tapi bantu mereka agar bisa sembuh. Karena, obat paling manjur yaitu keterbukaan, penerimaan, serta dukungan dari lingkungan dan keluarga.

Salam hangat,

Oktaviana_vivi

Keranjang Belanja
error: Content is protected !!